KATEGORI

7 Peraturan Teknologi Aneh di Korea Utara


Jika disuruh menyebutkan negara yang paling misterius, mungkin kamu akan menjawab Korea Utara. Saudara kandung dari Korea Selatan ini memiliki banyak cerita yang simpang siur.Dari segi teknologi, banyak sekali hal-hal yang enggak boleh dilakukan oleh masyarakat Korea Utara. Ada banyak regulasi yang membuat kita bersyukur tinggal di Indonesia tercinta.Oleh karena itu, kali ini saya bakal kasih kamu daftar 10 peraturan teknologi aneh di Korea Utara yang bikin kamu geleng-geleng kepala!

Peraturan Teknologi Aneh Korea Utara

Korea Utara merupakan negara yang memiliki sejarah panjang. Semenjak perang Korea pada tahun 1953, cara mereka mengelola negara menjadi banyak perhatian orang.Sekarang, Korea Utara dipimpin oleh Kim Jong-un. Banyak yang menganggap ia sama seperti ayahnya, otoriter dan gila kontrol.Oleh karena itu, muncullah banyak peraturan aneh seputar teknologi yang keluar demi membatasi pergerakan rakyatnya.

Dilansir dari berbagai sumber, inilah beberapa peraturan teknologi aneh di Korea Utara!

1. Tidak Ada Internet?



Sebenarnya, ada internet di Korea Utara. Hanya saja, aksesnya sangat terbatas dan hanya bisa digunakan untuk pejabat tinggi pemerintah, akademisi, dan orang asing.Korea Utara hanya memiliki 1.024 alamat IP yang digunakan. Sebagai perbandingan, Korea Selatan memiliki 112 juta alamat IP.

Kebanyakan masyarakat Korea Utara sendiri hanya bisa mengakses internet internal buatan lokal yang diberi nama Kwangmyong  yang mirip dengan AOL pada tahun 90-an.Plus, hanya ada 28 situs yang bisa diakses oleh masyarakat Korea Utara. Selain situs tersebut, semuanya dilarang!

Meskipun judulnya internet, Kwangmyong sepenuhnya tertutup dari dunia luar. Informasi yang ada di dalamnya pun telah diperiksa oleh pemerintah.Situs yang ada di dalam jaringan tersebut sebagian besar digunakan untuk institusi ataupun perdagangan.Bahkan, Korea Utara memiliki situs belanja online sendiri bernama Okryu pada tahun 2015.

2. Facebook Diblokir


Korea Utara merupakan salah satu negara yang melakukan pemblokiran terhadap Facebook. Walaupun begitu, bukan berarti mereka tidak berminat pada media sosial.Oleh karena itu, mereka membuat semacam replika dari Facebook yang ditemukan oleh Dyn Networks.

Meskipun hanya replika, situs tersebut befungsi penuh seperti Facebook. Kamu bisa mendaftar menggunakan email dan membuat status.Hanya saja, beberapa saat setelah diluncurkan, klon dari Facebook ini dengan cepat langsung diretas oleh hacker.

3. Tidak Semua Orang Bisa Punya Smartphone


Meskipun menjadi negara tertutup, bukan berarti Korea Utara menolak teknologi. Hasil survei menyatakan bahwa 1 dari 10 orang Korea Utara memiliki smartphone.Hanya saja, mereka tidak bisa melakukan panggilan internasional. Provider utama di sana, Koryolink, tidak mengizinkan hal tersebut.Banyak orang yang mengakali peraturan ini dengan menggunakan telepon dan kartu SIM impor. Hanya saja jika sampai ketahuan, mereka akan segera ditangkap oleh pemerintah.

Sebenarnya ada provider lain bernama Orascom yang merupakan perusahaan patungan dengan Mesir. Hanya saja sejak 2015, mereka seperti kehilangan kendali.Kebanyakan orang Korea Utara yang tinggal di pedesaan tidak pernah melihat ponsel karena infrasturkturnya baru dibangun di kota-kota besar.

Peraturan Aneh Lainnya . . .

4. PC Hanya Untuk Orang Kaya




Selain smartphone, PC pun juga bisa ditemukan di Korea Utara. Hanya saja, sama seperti smarpthone, yang bisa menggunakannya hanya segelintir orang.Contohnya adalah para elit dan mahasiswa yang sedang belajar di Universitas Pyongyang. Ada juga kafe internet, meskipun penggunaannya sangat dimonitor.

PC tidak tersentuh oleh masyarakat karena harga PC yang sangat mahal. Apalagi, rata-rata upah yang didapatkan oleh orang Korea Utara hanya sekitar 300-400 ribu rupiah.Kalaupun mampu membeli komputer, masyarakat Korea Utara mmebutuhkan lisensi dan izin dari pemerintah.

Karena kelangkaan PC, banyak orang yang menggunakan flashdisk untuk menyimpan data mereka. Oleh karena itu, aksesoris flashdisk sangat populer di Korea Utara.

5. PC Hanya Boleh Menggunakan Sistem Operasi Buatan Lokal



Jangan berharap kamu akan menemukan sistem operasi Windows di Korea Utara. Kamu akan menggunakan sistem operasi asli Korea Utara yang disebut sebgai Red Star atau Pulgunbyol.Sistem operasi tersebut dibangun menggunakan kernel Linux dan memiliki beberapa aplikasi seperti pengolah kata, kalender, dan edit musik. Tampilannya sendiri mirip dengan OS X.Ketika masyarakat Korea Utara menggunakan flashdisk untuk bertukar data, Red Star mampu memberi tanda watermark sehingga datanya bisa dilacak.

Beberapa orang nekat menggunakan Windows XP bajakan, Namun tentu saja hal tersebut sangat berisiko.Penasaran mengapa sistem operasi Red Star terlihat seperti OS X? Ayah dari Kim Jong-un, Kim Jong-in, merupakan Apple fanboy. Bahkan, ia punya Macbook Pro!

6. Bisa Produksi Tablet Sendiri


Jika ada smartphone dan komputer, apakah ada tablet? Jawabannya, ada. Bahkan, mereka memproduksi sendiri komputer tablet mereka dan diberi nama Woolim.Tablet tersebut tidak memiliki Wi-Fi ataupun Bluetooth dengan sistem operasi Android yang jelas dimodifikasi.

Selain itu, ada pula Samjiyon yang berusaha untuk meniru iPad. Tablet ini menjalankan sistem operasi Android Ice Cream Sandwich tanpa Play Store, mengingat susahnya akses internet.Meskipun dijual dengan harga yang cukup murah, nyatanya tablet-tablet tersebut tidak mampu dibeli oleh sebagian besar masyarakat Korea Utara.

7. Bisa Punya Televisi, Tapi . . .



Orang Korea Utara bisa menyaksikan televisi sebagai media hiburan, dan banyak yang sudah memilikinya. Hanya saja, kita tidak bisa bebas memilih untuk menonton apa.

Apalagi, pemerintah kerap melakukan propaganda secara massal dengan menggunakan televisi. Hanya ada beberapa stasiun televisi di Korea Utara dan pemerintah secara tegas mengatur pertelevisian di sana.

Akhir Kata

Sebagai negara yang berusaha mempertahankan kerahasiaan secara masif, Korea Utara tidak bisa menghalau kemajuan teknologi masuk ke dalamnya.Tidak ada data statistik yang pasti, tapi internet semakin merambah ke negara ini dan membuatnya semakin terhubung dengan dunia luar.Hanya saja, pemerintahan mereka benar-benar melakukan isolasi yang benar-benar rapat dan hampir sepenuhnya tertutup.Rakyat dicegah untuk melihat apa yang ingin mereka lihat dan berkomunikasi dengan orang yang mereka inginkan.

Share kalau informasi ini bermanfaat.

No comments:

Post a Comment

Follow by Email