Ternyata Ada Pengumuman 'Menggiurkan' Terkait Harta Karun di Dalam Perut Bumi Iran, Hanya Sebulan Sebelum Jenderal Mereka Dihabisi Pesawat Nirawak AS


SBSKINI.COM - Serangan udara Amerika Serikat di Bandara Internasional Baghdad, Irak pada Jumat (3/1/2020) dini hari menewaskan seorang perwira tinggi Angkatan Bersenjata Iran Mayor Jenderal Qasem Soleimani.

Serangan itu diperintahkan oleh Presiden AS Donald Trump.

Dikutip dari AFP, dalam sebuah pernyataan di depan kamera televisi di Florida, Trump mengatakan, "Soleimani merencanakan serangan segera terhadap para diplomat dan personel militer Amerika, tetapi kami menangkapnya dalam tindakan itu dan menghentikannya."

Untuk menurunkan ketegangan, Trump menegaskan bahwa ia tidak ingin perang dengan Iran.

"Kami mengambil tindakan tadi malam untuk menghentikan perang. Kami tidak mengambil tindakan untuk memulai perang," katanya.

Menanggapi tewasnya jenderal besar mereka, sejumlah pejabat Iran, termasuk pemimpin tertingginya, bersumpah akan balas dendam.

Dalam kicauan di akun Twitter, Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei mengumumkan tiga hari berkabung atas kematian Qasem Soleimani.

"Dia mati syahid setelah upayanya yang tidak kenal lelah selama bertahun-tahun," ucap Khamenei dilansir AFP Jumat (3/1/2020).

Sebulan sebelum Jenderal Qasem meninggal, rupanya Iran tengah bergembira.

Hal ini karena telah ditemukan harta karun lain di bumi Iran, dilaporkan CNN November 2019.

Cadangan minyak baru telah ditemukan di Iran dengan estimasi kandungan sebesar 53 milyar barrel minyak bumi.

Pengumuman dikeluarkan resmi oleh Presiden Hassan Rouhani pada Minggu, 17/10/2019.

Hal ini memberi kelegaan bagi Iran karena dengan cadangan minyak baru perekonomian mereka dapat naik walaupun saat itu mendapat pertentangan pihak Amerika.

Cadangan minyak di wilayah barat daya Iran tersebut seluas 2400 km persegi, di Provinsi Khuzestan dan luasan minyaknya sedalam 80 meter.

Cadangan minyak tersebut akan menjadi sumber minyak terbesar kedua di negara Iran, mengikuti tambang di Ahvaz yang mengandung 65 milyar barrel minyak bumi.

Rouhani juga menyatakan jika cadangan minyak tersebut adalah 'hadiah kecil' bagi pemerintah untuk masyarakat Iran.

Dilansir dari CNN, Iran sebagai anggota OPEC 2019 lalu memiliki simpanan minyak bumi mentah sebesar 155.6 milyar barrel.

Harta karun baru tersebut akan menambah 34% total simpanan mereka.

Informasi dan Administrasi Energi Amerika menempatkan iran sebagai negara pemegang sumber minyak terbesar nomor 4 dan nomor 2 sebagai pemegang sumber gas alam.

Dengan cadangan baru yang telah mereka temukan, posisi Iran akan meningkat menjadi nomor 3, di bawah Venezuela dan Arab Saudi.

Bulan Oktober, Iran telah mengumumkan penemuan sumber gas alam yang memberi keuntungan 40 milyar Dolar Amerika.

Rouhani mengatakan penemuan terakhir tersebut dapat meningkatkan cadangan sumber daya negara dengan menambah sepertiga nilai total.

Penemuan-penemuan ini akan mengangkat ekonomi Iran, yang selama ini telah menderita secara signifikan akibat hukuman sepihak yang diberikan oleh Amerika Serikat tahun 2018 lalu, menyebabkan perjanjian nuklir AS dan Iran renggang.

Rouhani dengan tegas menyerang Amerika dengan menyatakan:

"Kami umumkan kepada Amerika hari ini bahwa kami adalah negara yang kaya, dan walaupun kalian menghukum kami, pekerja dan teknisi industri minyak Iran telah menemukan sumber minyak baru yang besar."

Meski begitu masih belum jelas bagaimana keuntungan yang akan didapat Iran, karena dengan hukuman dari Amerika mereka cukup kesulitan menjual bahan bakar mereka.

Mei 2019, Amerika menghentikan perjanjian yang memperbolehkan 8 negara membeli minyak Iran, hal yang secara signifikan memblokir ekspor minyak negara Iran dan menyebabkan ekonomi mereka menurun.

Akibatnya, nilai tukar mata uang Iran menurun, dan inflasi meningkat dengan drastis.

IMF melaporkan pada Oktober inflasi Iran mencapai 9.5%, tahun sebelumnya padahal hanya mencapai 6%.

Negara lain yang menandatangani kerjasama dengan Iran terkait perjanjian nuklir 2015, yaitu Inggris, Perancis, Jerman, China dan Rusia, telah mencari cara untuk tetap membeli minyak dari Iran, tetapi hasilnya hanya sedikit.

Perjanjian tersebut menghilangkan kesulitan ekonomi Iran, tetapi sebagai gantinya Iran harus membatasi aktivitas nuklirnya dan memperbolehkan inspektor internasional untuk mengawasi fasilitas nuklir mereka.

Ketegangan meningkat di Teluk Persia setelah hukuman dari Trump, dengan kejadian serangan tangki minyak internasional dan fasilitas minyak Arab Saudi.

Comments

Popular posts from this blog

Fungsi Tombol F di Keyboard? Sangat Berguna buat kamu yang Mageran!

Mitos Merefresh Dekstop Mempercepat Kinerja Laptob!

Harga Baru Realme 2 Pro Ram 8 GB Beserta Spesifikasi dan Review